- #
- #PD
- #PDUI#
- Andre Lado
- AURI
- Baksos
- Bansos
- BEDA BUKU
- BI
- BISNIS
- BUMN
- Daerah
- DAMKAR
- DANA DESA
- DPP MOI
- Dprd kota
- DPW MOI Provinsi NTT
- EKONOMI
- ekonomi/kemasyarakatan
- ekonomi/kesehatan
- Ekonomi/kreatif
- HUKRIM
- HUKUM
- HUKUM.
- HUT
- HUT RI
- HUT TNI
- KAMIJO
- KEAMANAN DAN KETERTIBAN
- KEBERSIHAN
- kerja sama
- Kerja sama pemkot
- KERJA SAMA PEMPROV & TNI
- KERJA SAMA PEMPROV DAN TNI
- KESEHATAN
- KESHATAN
- KOMSOS
- komsos TNI
- KOPERASI
- KUNKER
- KURBAN
- MILITER
- MOI NTT
- NASIONAL
- NASONAL
- OLARAGA
- OLARAGAH
- OPINI
- PARAWISATA
- Pelantikan MOI NTT
- pelantikan/karantina
- PEMERINTAH
- Pemkot
- PEMKOT BEDA RUMAH
- PEMKOT DAN TNI
- Pemprov NTT
- pend
- PENDIDIKAN
- perhub
- PERKARA
- pers ntt
- peternakan
- PKK
- PKK KOTA
- PKK KOTA KUPANG
- PMI
- POLDA NTT
- POLITIK
- POLRI
- pramuka
- PROFIL
- pwoin
- pwoin ntt
- PWOIN-NTT
- Rasional
- REGIONAL
- RELIGI
- Ripiah
- SERBA-SERBI
- SEREMONIAL
- TMMD
- TNI
- TNI-POLRI
- TNI/POLRI
BANK NTT KLARIFIKASI TERKAIT UANG HILANG, TERNYATA NASABAH UNDUH TAUTAN GEBYAR HADIAH BODONG
KUPANG;Jejakhukumindonesia.com,Bank NTT memberikan
klarifikasi terkait laporan Rosy Leonardus, nasabah di Cabang Lewoleba bahwa
uangnya telah raib dari rekening. Kepala Divisi Corsec dan Legal Bank NTT,
Endry Wardono, di Kupang, Senin (25/9/2023) menerangkan secara detail kasus
tersebut. Bahwa pada 22 September 2023, Rosy Leonardus datang ke kantor Bank
NTT Lewoleba menyampaikan pengaduannya. Saat itu, yang bersangkutan bertemu
wakil pemimpin cabang dan menguraikan tentang kejadian yang menimpanya.
Dari HandPhone (HP) yang bersangkutan,
ditemukan informasi REGMB (Registrasi Mobile Banking) dimana yang bersangkutan
telah mengunduh tautan GEBYAR HADIAH dan Pesan Link Undian Gebyar Hadiah Bank
NTT, dengan hadiah Mobil. Padahal sebenarnya tautan ini adalah palsu, yang
sengaja didesain mirip dengan logo Bank NTT dan disebar oleh para pelaku
kejahatan perbankan yang saat ini sangat marak di berbagai platform media
sosial.
Masih dalam kasus ini, ternyata bersangkutan
mendapatkan tautan undian berhadiah tersebut berikut nomor telephon sesorang
yang mengaku sebagai pegawai Bank NTT dari akun media social FaceBook. Namun
saat itu, pihak Bank NTT meminta Link
dan nomor oknum yang menyebut dirinya sebagai pegawai Bank NTT untuk
dicapture, namun permintaan itu ditolak
oleh Rosy Leonardus. Dia tidak memberikannya.
“Tujuannya adalah kita mau telusuri,
apakah orang ini benar pegawai kita atau tidak, namun tidak diserahkan oleh
yang bersangkutan,”ungkap Endry.
Setelah mendengar pengaduan yang
bersangkutan, Pemimpin Cabang Lewoleba lalu menyampaikan laporan kepada
Manajemen Pusat, dan atas laporan tersebut Bank NTT telah melakukan penelusuran terhadap transaksi
pada Rekening Tabungan Nomor: 100553XXXX/ 010206004XXXX dengan meneliti
rekening koran dan aktivitas M-bankingnya.
Setelah diteliti, ditemukan hasil, bahwa pada tanggal 21 September 2023 pukul
14.17.34 waktu server BNTT,yang bersangkutan melalui Nomor 628123081XXXX melakukan
reaktivasi M-bankingnya. APlikasi NTTPay
Aktif, tapi tidak bisa transaksi kecuali pemegang APlikasi NTTPay yang baru ini
memiliki Data PIN. Dari rekening koran dan aktivitas M-Banking, nampak
transaksi berjalan normal, Nomor Kartu dan PIN terdaftar; ini berarti nasabah
sendirilah yang telah melakukan transaksi.
Jika tidak demikian, maka dapat dipastikan
Nasabah telah memberikan Nomor Rekening, Nomor Kartu dan PIN yang seharusnya
dirahasiakannya kepada pihak lain (-Pelaku Penipuan) dan/atau membuat/mengikuti
tautan pada aplikasi lain yang meminta nasabah memberikan data berupa Nomor
Rekening, Nomor Kartu dan PIN nya (aplikasi/tautan hoax).
“Perlu kami sampaikan bahwa yang
bersangkutan saat menyampaikan pengaduannya di Kantor Bank NTT Lewoleba, di hadapan
Wakil Pemimpin Cabang Lewoleba masih berkomunikasi dengan oknum yang meminta
PIN dan Nomor Kartunya, tetapi ketika diminta untuk memberikan nomor penelpon,
yang bersangkutan enggan untuk memberikannya,”sambung Endry lagi.
Pihak Bank NTT dalam kasus ini sangat mengharapkan informasi sejujur-jujurnya dari pihak nasabah mengenai identitas siapa yang menelponnya, dan seperti apa komunikasinya sehingga bisa ditelusuri lebih lanjut
Terkait maraknya aksi penipuan serupa,
yang menggunakan modus undian berhadiah, maka Bank NTT menegaskan kepada
seluruh nasabah bahwa saat ini sedang marak penipuan yang mengatasnamakan Bank
NTT dengan iming-iming Undian Berhadiah sehingga nasabah agar selalu waspda dan
jangan tertipu.
“Perlu kami tegaskan bahwa Program Undian
Berhadiah dalam bentuk apapun dari Bank NTT saat ini belum ada. Ini sudah kami
serukan melalui seluruh kanal media sosial kami, dan flyer serta materi pamflet
yang diberikan ke setiap nasabah atau pengunjung di kantor-kantor kami agar
mereka lebih berwaspada lagi,”tegas Endry lagi,
Bank NTT menurutnya senantiasa mendukung
setiap upaya yang dilakukan oleh Nasabah atau customer jika merasa dirugikan
sehingga kenyamanan dan keamanan nasabah/customer dalam bertransaksi dapat
terjamin. Sekaligus nasabah dihimbau agar selalu Bijak dan waspada dalam
melakukan transaksi dan jangan pernah membagikan Nomor PIN dan Password Bank
pada pihak manapun tanpa terkecuali. Jika ada hal-hal yang perlu ditanyakan
dapat menghubungi Kantor Bank NTT terdekat atau menghubungi Call Center Bank
14013. (Humas Bank NTT)